Pramoeditya's Blog i

Menginap di Sebuah Kastil dalam Puisimu

“Izinkan aku, semalam saja, menginap di sebuah kastil dalam puisimu.” 

Aku terpekur membaca tulisan tangan sahabatku. Melihatnya seperti itu seperti melihat diriku sendiri empat tahun yang silam. Saat-saat dimana aku diam dalam kebisuanku. Merunduk dalam kerisauanku. Hanya saja dia tak setegar seperti aku.

Andai dia memiliki sedikit keberanian, sedikit saja, mungkin saat ini dia tak akan tidur dalam peti kayu yang menghangatkannya itu. Aku hanya menatapnya sayu. Tak ada yang dapat aku lakukan lagi. Hanya dalam hati ini saja yang berdoa; ” Tuhan terima dia dipangkuan-Mu.”

* Tulisan ini diposting pertama kali di sini. Tulisan ini kemudian mempertemukan saya dengan gadis ini. Saya pindahkan ke blog ini lewat permohonan izin yang saya tulis melalui pesan ke akun friendsternya. Isi pesannya bisa dilihat di sini. Sebentar lagi situs itu akan menghapus seluruh data penggunanya. Dan saya ga ingin tulisan yang mempertemukan saya dengannya ini hilang begitu saja.

May 4, 2011 @ 2:08 AM 1 note
May 3, 2011 @ 1:09 PM 1 note

senenisme:

jarang update kang? sibuk po?

Saya sibuk kampanye mas, memasyarakatkan perselingkuhan di kalangan keluarga yang kurang bahagia. Situ gimana? Sudah kering luka bekas sunatnya? :D

May 3, 2011 @ 12:55 PM

abujabu:

Hai...

Saya gak sengaja lagi browsing2 gitu, nemu 1 account tumblr yg beberapa posting-annya ada yg SAMA PERSIS dengan postingan di tumblr-mu. Ini dia tumblr-nya http://iwanslavine.tumblr.com/ Beberapa posting-an tsb adalah:

1. http://iwanslavine.tumblr.com/post/5098333664/ada-bekas-cokelat-di-kiri-bawah-bibirmu-sini
2. http://iwanslavine.tumblr.com/post/5098244657/karena-rindu-yang-teramat-besar-seringkali-tak
3. http://iwanslavine.tumblr.com/post/5098044941/suka-deh-ama-tumblr-hheheh
4. http://iwanslavine.tumblr.com/post/5132588622/nomor-lama

Saya perhatiin itu bukan reblog, malah copy-paste. Saya hanya heran aja, apa kamu kenal pemilik tumblr itu? Saya sebagai pembaca tumblr-mu merasa perlu aja menanyakan hal ini. Btw, salam kenal :)

Hai, thanks karena sering singgah di blog saya.

Saya baru aja buka link yg kamu beri ke saya. Betul sekali, itu memang tulisan saya. Semua yang kenal dengan gaya menulis saya, pasti ga akan ragu utk menilai bahwa itu memang tulisan saya.

Selalu ada cerita dari setiap tulisan saya. Semisal link yang kamu tuliskan pertama, itu ungkapan rindu saya kepada seorang gadis yang punya tahi lalat di bawah bibirnya. Juga pada link yang keempat, itu bentuk ungkapan rindu saya pada gadis yang sama. Gadis itu juga yang memaksa saya utk menulis di Tumblr, padahal saya sudah aktif menulis di wordpress sejak empat tahun yang lalu.

Saya akan coba hubungi pemilik blog yang kamu berikan alamatnya ini. Terus terang, saya sangat keberatan terhadap orang yang menduplikasi karya orang lain dan mengklaim itu adalah hasil karyanya. Orang-orang seperti ini wajib kita kasihani karena mereka ga tau betapa besarnya potensi yg Tuhan beri untuk mereka.

Salam kenal juga dari saya, dan kalau penasaran dengan gadis yang selalu memaksa saya menulis, silahkan kunjungi http://gramineae.tumblr.com :)

May 3, 2011 @ 12:54 PM

beingindonesian:

SUBMISSION: ratuaghnia. You know I like your shot, Aghnia. Thanks a lot.
Suramadu menjelang petang, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. View Larger

beingindonesian:

SUBMISSION: ratuaghnia. You know I like your shot, Aghnia. Thanks a lot.

Suramadu menjelang petang, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

(Source: beingindonesian)

April 29, 2011 @ 4:08 PM 26 notes

“Sesungguhnya ada jalan yang mempersingkat jarak kita untuk lebih dekat dengan Tuhan, di balik pintu syukur.”

Pramoeditya
April 29, 2011 @ 12:06 AM 2 notes

Pada Sesederhana Doa

Cari aku dalam hening sujud, pada dingin sajadah. Ada perkara yang hendak kupertentangkan. Bukan untuk memurkai-Mu. Tetapi untuk kutemukan pintu syukur dalam setiap takdir-Mu.

Temui aku dalam khusyuknya kalam, pada basah di penghujung malam. Bilamana Engkau senantiasa menjawab salam, mengapa tak lantas menyegerakan aku untuk masuk ke dalam?

April 28, 2011 @ 11:56 PM

“Laki-laki itu sederhana. Mereka mengibaratkan Perempuan sebagai rumah tinggal bagi segenap perasaan mereka. Dan sekarang tinggal bagaimana perempuan itu memutuskan, ingin dipandang sebagai sebuah istana, atau hanya sekedar menjadi rumah kontrakan?”

Pramoeditya
March 9, 2011 @ 2:50 AM 4 notes

“Untuk menjadi seorang laki-laki, kita harus belajar memahami perempuan terlebih dulu.”

Pramoeditya
March 5, 2011 @ 5:08 AM 1 note

“Seharusnya saya hadir di mimpimu barusan, tetapi bagaimana? Saya bahkan belum tidur semalaman.”

Pramoeditya
March 1, 2011 @ 8:55 AM 1 note